B_Belajar dari Rumah

Belajar Dari Rumah

SMA Negeri 1 Serui – Kegiatan pembelajaran ditengah pandemi Covid-19 menjadi salah satu hal baru bagi guru dan peserta didik. Kegiatan pembelajaran yang normalnya dilaksanakan di ruang kelas dengan tatap muka berganti pembiasaan baru dengan pembelajaran melalui aplikasi atau yang dikenal dengan istilah pembelajaran sedaring atau online. Pembelajaran ini membuat guru mengubah strategi dalam menyampaikan materi pembelajaran agar peserta didik yang mengikuti daring (online) dapat memahami materi dengan baik. Pembelajaran daring juga memberikan suasana yang baru di rumah peserta didik. Orang tua memiliki peran yang penting dalam membimbing dan menemani peserta didik dalam memahami materi pembelajaran.

 Hal tersebut juga dirasakan oleh guru dan peserta didik di SMA Negeri 1 Serui, Kabupaten Kapulauan Yapen,Papua. Semenjak pendemi Covid-19 merebak di masyarakat (awal maret 2020), kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Serui juga diadakan secara online. Ditengah pandemi Covid-19, waktu belajar mengajar yang awalnya 45 per jam mata pelajaran, menjadi 35 menit per jam pelajaran. Hal ini dilakukan untuk mengefisienkan waktu agar peserta didik tidak jenuh karena harus berlama-lama di depan gawai atau laptop. Guru disarankan untuk memberikan materi pembelajaran berdasarkan Kompetensi Dasar ( KD) yang dianggap sangat penting, dengan perhitungan KD yang lainnya akan diajarkan kembali ketika pembelajaran tatap muka.

Beragam persoalan yang muncul ketika kegiatan pembelajaran daring yaitu beberapa lokasi atau tempat tinggal peserta didik diluar jangkauan internet. Hal tersebut menjadikan peserta didik untuk mencari lokasi yang memiliki jangkauan jaringan internet. Selain itu, beberapa peserta didik belum memiliki gawai pintar (smartphone), sehingga mereka harus meminjam gawai teman atau saudara; ditambah lagi kebutuhan kuota internet yang membutuhkan biaya tambahan, serta pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan dianggap kurang efisien. Selain persoalan yang telah dipaparkan diatas, beberapa hal positif dari dampak pembelajaran daring adalah guru dan peserta didik mengetahui berbagai fitur atau aplikasi media pembelajaran yang mungkin selama ini tidak menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran; misalnya aplikasi WhatApps, Google Meet, Google Classroom, Zoom, khususnya aplikasi Belajar Mandiri (BM) dan aplikasi Elearning yang digunakan di SMA Negeri 1 Serui. Dengan demikian, guru dan peserta didik mendapatkan pengalaman baru dalam bidang teknologi dan informasi yang berkembang.

“Semoga pandemi ini segera berlalu, sehingga kami bisa kembali belajar bersama guru dan  teman –teman “, ucap salah satu siswa .

–datasmansaserui agustus 2020–